Pernah nggak kamu lagi dikejar deadline, ide copywriting nggak keluar, terus bingung harus mulai dari mana? Nah, inilah momen di mana AI jadi penyelamat. Tapi masalahnya, hasil AI kadang terasa standar banget kalau kita nggak tahu cara ngasih instruksinya. Itulah kenapa penting banget buat ngerti cara membuat prompt AI untuk copywriting. Dengan prompt yang tepat, AI bisa kasih kamu hasil yang relevan, kreatif, dan langsung siap pakai.
Daftar Isi:
ToggleDi artikel ini, saya bakal jelasin step by step gimana bikin prompt yang efektif, lengkap dengan tips dan contoh biar kamu bisa langsung praktik. Yuk, langsung aja kepoin dan praktikkan cara membuat prompt AI untuk copywriting!
Baca Artikel SelengkapnyaCara Membuat Prompt AI untuk Copywriting
Deadline mepet tapi ide copywriting mandek? Saatnya manfaatin AI! Kuncinya ada di cara membuat prompt AI untuk copywriting biar hasilnya relevan, kreatif, dan siap pakai. Yuk, kepoin tipsnya dan langsung praktik sekarang juga!
1. Jelaskan Produk atau Layanan dengan Spesifik

AI nggak bisa baca pikiran kita, jadi cara membuat prompt AI untuk copywriting yang tepat itu jangan kasih instruksi yang terlalu umum. Kalau kamu cuma tulis “buat iklan skincare,” hasilnya bisa generik banget.
- Sebutkan jenis produk: skincare natural, kopi lokal, aplikasi belajar bahasa.
- Jelaskan detail unik: berbahan organik, ada varian vanilla, bisa dipakai offline.
- Tambahkan konteks: campaign untuk mahasiswa, promo akhir tahun, atau event tertentu.
Dengan detail ini, AI bakal lebih mudah bikin copywriting yang sesuai dengan kebutuhanmu.
2. Tentukan Target Audiens
Cara membuat prompt AI untuk copywriting selanjutnya adalah soal target audiens. Copywriting selalu tentang siapa yang membaca. AI bisa menyesuaikan gaya bahasanya kalau kamu jelasin audiensnya.
- Mahasiswa → gaya santai, penuh humor.
- Profesional muda → lebih formal tapi tetap ringan.
- Gamer → pakai bahasa kompetitif, hype, dan energik.
- Ibu rumah tangga → hangat, persuasif, dan penuh empati.
Contoh: “Buat caption Instagram untuk brand kopi lokal. Target: anak kuliahan 18–25 tahun, gaya bahasa santai, maksimal 25 kata.”
3. Jelaskan Tujuan Copywriting

Jangan lupa, AI perlu tahu tujuan teksnya. Apakah untuk awareness, penjualan, engagement, atau edukasi? So, ketika kamu mau tahu cara membuat prompt AI untuk copywriting, pastikan pilih salah satu dari empat tujuan ini:
- Awareness: “Buat 3 caption IG untuk ngenalin produk skincare baru.”
- Penjualan: “Tulis iklan Facebook yang mendorong pembelian sepatu lari.”
- Engagement: “Buat tweet lucu yang bikin orang reply.”
- Edukasi: “Buat artikel blog tentang manfaat olahraga pagi.”
Kalau kamu jelasin tujuan sejak awal, hasilnya lebih fokus dan nggak melebar ke mana-mana.
4. Atur Gaya Bahasa
Ini bagian yang sering di-skip dalam cara membuat prompt AI untuk copywriting, padahal penting banget. AI bisa bikin tulisan formal banget kayak jurnal, atau santai kayak chat teman, tergantung instruksi.
- Santai/gaul → cocok buat Gen Z di TikTok/IG.
- Profesional → buat email bisnis atau landing page.
- Persuasif → untuk iklan dan CTA.
- Storytelling → untuk blog panjang.
Tips lain dalam cara membuat prompt AI untuk copywriting: jangan cuma bilang “buat santai,” tapi kasih contoh. Misalnya: “gaya bahasa santai ala anak Twitter Gen Z.”
5. Tentukan Panjang Teks

AI sering bikin teks terlalu panjang atau terlalu pendek. Jadi kasih batasan sejak awal kalau kamu mau hasil copywriting-nya bagus. Contohnya:
- Caption IG/TikTok → maksimal 20–30 kata.
- Google Ads → maksimal 90 karakter.
- Email marketing → 100–150 kata.
- Artikel blog → 1000–1500 kata dengan subheading.
Dengan batasan ini, AI bakal bikin output yang pas untuk platform yang kamu butuhin.
6. Gunakan Framework Copywriting
Framework itu kayak resep, biar copywriting jadi lebih rapi dan persuasive. Kalau kmau mau tahu cara membuat prompt AI untuk copywriting yang bagus, cobalah masukin framework ke prompt biar hasilnya lebih terarah. Beberapa framework populer yang bisa kamu terapkan:
- AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) → cocok buat iklan cepat.
- PAS (Problem, Agitate, Solve) → efektif buat produk solusi.
- FAB (Features, Advantages, Benefits) → bagus untuk produk fisik.
- Before-After-Bridge → storytelling, bikin pembaca relate.
Contoh: “Buat copywriting produk aplikasi belajar bahasa pakai framework PAS. Target mahasiswa, gaya santai, maksimal 80 kata.”
7. Kasih Contoh Referensi

AI bisa lebih akurat kalau kamu kasih gambaran gaya yang diinginkan. Ini simple kok, kamu bisa ikuti contoh di bawah ini:
- “Buat copy mirip gaya Apple: simple dan elegan.”
- “Tulis dengan vibe iklan Nike: inspiratif dan energik.”
- “Pakai gaya copy Twitter Gen Z: singkat, nyeleneh, tapi impactful.”
Dengan referensi ini, AI bakal lebih cepat nangkep mood yang kamu mau, dan cara membuat prompt AI untuk copywriting pun bisa lebih efektif.
8. Sertakan Keyword SEO
Kalau copywriting untuk artikel atau blog, jangan lupa masukkan keyword. Misalnya keyword “cara membuat prompt AI untuk copywriting” harus disebar alami di beberapa bagian. Ini yang perlu kamu perhatikan:
- Masukin di judul.
- Sebar di paragraf awal, tengah, dan akhir.
- Jangan dipaksain, biar tetap natural dibaca.
Hasilnya, kontenmu bukan cuma enak dibaca manusia, tapi juga ramah di mesin pencari.
9. Minta Variasi Output

Jangan puas dengan satu hasil. Kadang AI kasih jawaban pertama yang oke, tapi yang kedua atau ketiga jauh lebih bagus. Jadi, kalau kamu coba cara membuat prompt AI untuk copywriting, maka cobalah untuk tuliskan:
Contoh: “Buatkan 3 versi caption IG untuk brand fashion streetwear. Target anak muda, gaya bahasa gaul, maksimal 25 kata.” Dengan begitu, kamu bisa pilih atau gabungkan hasil terbaik.
10. Edit dan Tambahkan Sentuhan Manusia
AI itu pintar, tapi tetap nggak bisa gantikan kreativitas manusia. Jadi setelah dapet output, lakukan editing:
- Tambah storytelling biar lebih hidup.
- Sesuaikan tone agar sesuai brand.
- Cek fakta dan angka.
- Potong bagian yang terlalu panjang.
Ingat, AI itu asisten, bukan pengganti. Sentuhan manusialah yang bikin copywriting benar-benar nyambung ke audiens.
Jadi, rahasianya biar nggak capek mikir adalah bikin prompt sejelas mungkin. Cara membuat prompt AI untuk copywriting itu bukan soal pinter bahasa Inggris aja, tapi lebih ke detail: produk, audiens, tujuan, gaya, panjang teks, framework, sampai minta variasi. Semakin jelas instruksi, semakin bagus hasilnya.
Dan supaya kerjaan kamu makin lancar, jangan lupa soal perangkat juga. Percuma jago bikin prompt kalau laptop sering nge-lag pas buka banyak tab AI, tools desain, dan aplikasi editing. Makanya saya rekomen ASUS Gaming K16. Performanya kencang, layar lega, cocok banget buat content creator yang kerja multitasking. Jadi kamu bisa bikin prompt, ngedit hasil copy, sambil render video tanpa harus nunggu lama.
Dengan kombinasi strategi prompt + perangkat yang mendukung, copywriting nggak lagi bikin stress. Justru jadi lebih fun, cepat, dan hasilnya mantap.