Virtual Reality Membuat Pembelajaran Lebih Interaktif dan Visual
Realitas virtual dan augmented sudah biasa di dunia kita; headset VR di PC dan konsol game, serta pengalaman augmented reality interaktif di ponsel cerdas kami bukanlah hal baru.
Sepertinya kita akan melihat teknologi ini menjadi lebih umum dalam pendidikan, dengan kode QR yang dapat dipindai di buku teks dan teknologi serupa menghidupkan kata-kata, contohnya mengubah gambar dinosaurus menjadi model 3D yang dapat dilihat dan berinteraksi dengan siswa. Atau siswa dapat mengunjungi musem virtual dan juga belajar tentang hal-hal baru dalam dunia virtual.
Mengajarkan Siswa Bahwa Pemrograman Komputer Adalah Skill Wajib
Dengan teknologi yang menjadi begitu lazim di dunia kita, siswa perlu tahu bagaimana berselancar dunia yang begitu kompleks secara teknis. Siswa dapat diajarkan pemrograman dan IT secara umum sebagai bagian dari kurikulum pendidikan mereka. Di Inggris, anak berusia lima tahun sudah diajarkan coding. Tren ini kemungkinan akan berlanjut, karena memahami teknologi dan pemrograman sangat penting untuk masa depan dunia kita yang berfokus pada teknologi.
ADVERTISEMENT
Guru Juga Diharapkan Mahir Teknologi
Sudah berakhir zamannya guru-guru gaptek. Di masa depan, guru semua mata pelajaran diharapkan memahami cara menggunakan segala sesuatu mulai dari komputer hingga papan tulis interaktif, sistem realitas virtual, dan banyak lagi.
Materi Pembelajaran “Goes Digital”
Ini berbicara akan efisiensi. Biaya pendidikan untuk mendapatkan buku teks baru dan juga mengganti bahan yang rusak merupakan bagian yang signifikan dari anggaran mereka. Buku digital dapat mengubah semua itu.
Pada titik tertentu, kita mungkin melihat sekolah dan pusat pembelajaran lainnya beralih ke materi pembelajaran yang sepenuhnya digital, mengganti buku teks, lembar kerja, dan banyak lagi dengan yang setara di layar.
ASUS dengan Inovasi sebagai bahan bakar utama dalam prinsipnya, akan selalu menyediakan layanan serta produk yang terbaik dalam setiap langkah kemajuan teknologi, sehingga setiap orang, setiap siswa, setiap guru, dapat dengan mudah mempunyai akses untuk menggunakannya.
setidaknya kalo ada pandemi sudah siap dunia pendidikan
Sebagai orang tua yang memiliki anak-anak yang sudah bersekolah, lalu kemudian masuk ke fase belajar dari rumah menggunakan laptop atau smartphone jujur saja membuat dilema tersendiri. memang jadi lebih ringkas, tidak perlu repot mengantarnya ke sekolah. Namun banyak hal lain yang juga menjadi bahan pertimbangan selain yang sudah diulas dalam tulisan yaitu terkait kesehatan mata anak-anak. dengan lebih banyak melihat ke layar laptop atau smartphone, mata anak menjadi harus kerja keras dan cepat lelah.
Belum lagi pertimbangan teknis soal kecepatan akses Internet sebagai media transmisi/ penyaluran data dan Informasi materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru yang umumnya menggunakan Zoom atau Google Meet yang notabene memerlukan kecepatan tinggi untuk menyalurkan data video.
Semoga dengan teknologi yang lebih baik, layar menjadi nyaman di mata dan koneksi Internet menjadi lebih cepat dan murah.
Setuju banget, khususnya tentang poin guru yang harus melek teknologi. Jangan jadi insan yang saklek, tapi siaplah selalu menyongsong perubahan.
Pendidikan dan teknologi saat ini memang tak bisa dilepaskan. Yah, sayangnya masih ada guru yang belum melek teknologi
Pendidikan berbasis digital itu perlu sih, kadang yang bikin susah itu di pengajar dan orang tua yang gaptek.
Kadang mencatat juga perlu sih untuk belajar
semakin banyak tantangan di kedepannya yaa