Siapa sih yang nggak tahu Figma? Itu loh salah satu aplikasi editing yang sering digunakan content creator. Tapi, kadang ada beberapa yang belum memahami cara pakai aplikasi Figma sehingga mungkin beberapa aplikasi alternatif Figma ini bisa kamu pertimbangkan untuk mengedit konten. Lagi pula, kenapa harus salah satu aplikasi alternatif Figma? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap tentang beberapa aplikasi alternatif Figma serta kelebihan juga kekurangannya.
Daftar Isi:
ToggleAplikasi Alternatif Figma
Membahas aplikasi alternatif Figma bukan berarti aplikasi Figma jelek. Justru sebaliknya, Figma tetap aplikasi yang sangat bagus untuk kolaborasi dan desain UI/UX. Tapi dalam praktiknya, tidak semua content creator butuh fitur yang sama. Ada yang lebih butuh fitur untuk mempermudah drag-and-drop, ada yang cari performa ringan di PC Windows, ada yang mementingkan kerja offline, dan ada juga yang ingin eksplor AI untuk mempercepat produksi visual.
Karena itu, saya pilihkan daftar aplikasi alternatif Figma yang mungkin cocok untuk pengguna PC Windows dan cocok dipertimbangkan oleh content creator. Dan, pembahasan aplikasi alternatif Figma ini fokus pada tools yang biasa dipakai untuk kerja kreatif harian, mulai dari wireframe, prototyping, desain visual, sampai kebutuhan presentasi ide.
1. Penpot

Sebagai aplikasi alternatif Figma, Penpot layak dilirik kalau kamu ingin tool desain yang open-source, berbasis web, dan punya fitur kolaborasi. Buat content creator yang suka fleksibilitas dan tidak terlalu terikat vendor tertentu, Penpot terasa menarik. Tool ini jugacocok dengan kebutuhan desain modern, terutama untuk UI, wireframe, dan prototyping ringan sampai menengah.
Yang membedakan Penpot dari Figma adalah open-source dan pendekatannya yang lebih terbuka untuk tim yang peduli soal kontrol data dan fleksibilitas sistem. Kalau kamu kerja di tim kecil, agency, atau proyek yang sensitif soal privasi, ini bisa jadi nilai plus. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangannya?
Kelebihan Penpot dibanding Figma:
- Gratis dan open-source, jadi menarik buat creator atau tim yang ingin efisien budget.
- Bisa dipakai lintas platform, termasuk PC Windows lewat browser.
- Cukup ramah untuk kolaborasi tim.
- Berbasis standar web dan SVG.
Kekurangan Penpot:
- Ekosistem plugin dan komunitasnya belum sebesar Figma.
- Beberapa fitur terasa belum sematang Figma untuk project besar.
- Untuk pengguna baru, mungkin butuh waktu untuk mempelajarinya.
2. Adobe XD

Adobe XD tentu menjadi salah satu aplikasi alternatif Figma terbaik, terutama buat kamu yang sudah akrab dengan ekosistem Adobe. Buat content creator yang juga sering buka Photoshop, Illustrator, atau aset visual lain dari Adobe, XD terasa familiar. Jadi, pasti akan lebih mudah digunakan. Apa saja kelebihannya?
Kelebihan Adobe XD dibanding Figma:
- Integrasi kuat dengan Photoshop dan Illustrator.
- Cocok untuk bikin prototipe interaktif dengan cepat.
- Interface cukup clean dan nyaman untuk desain screen-based.
- Enak dipakai oleh creator yang sering pakai ekosistem Adobe.
Kekurangan Adobe XD:
- Dukungan dan perkembangan produknya tidak seagresif dulu.
- Ekosistem komunitas tidak seaktif Figma.
- Beberapa tim lebih memilih tool lain untuk kolaborasi real-time yang lebih mulus.
3. Lunacy

Lunacy adalah salah satu aplikasi alternatif Figma yang underrated, padahal cocok banget buat pengguna PC Windows. Buat content creator yang sering kesel dengan tool berat atau butuh kerja cepat tanpa terlalu bergantung pada internet, Lunacy punya daya tarik sendiri. Tool ini dikenal ringan, bisa dipakai offline, dan cukup fleksibel untuk desain UI maupun visual digital.
Yang bikin Lunacy beda dari Figma adalah pengalaman desktop-native yang terasa lebih langsung, terutama buat pengguna Windows. Figma memang kuat di browser, tapi ada kalanya kamu butuh tool yang lebih stabil untuk kondisi kerja tertentu, apalagi kalau koneksi internet nggak selalu lancar.
Kelebihan Lunacy dibanding Figma:
- Tersedia native untuk Windows.
- Bisa dipakai offline.
- Punya banyak aset bawaan seperti ikon, ilustrasi, dan foto.
- Cukup ringan untuk berbagai spek PC.
Kekurangan Lunacy:
- Kolaborasi tim tidak sekuat pengalaman Figma.
- Untuk project besar, beberapa orang merasa workflow-nya belum sefleksibel Figma.
- Fiturnya masih belum selengkap aplikasi populer lainnya.
4. Wondershare Mockitt

Sebagai aplikasi alternatif Figma, Wondershare Mockitt cocok buat kamu yang ingin serba cepat. Tool ini enak dipakai untuk wireframe, flowchart, prototype, dan ide visual yang perlu segera ditunjukkan ke tim atau klien. Buat content creator, Mockitt terasa membantu saat kamu butuh memvisualisasikan alur konten, landing page sederhana, atau struktur aplikasi tanpa terlalu ribet.
Kelebihan Mockitt dibanding Figma:
- Lebih mudah dipelajari untuk pemula.
- Cocok untuk wireframe dan prototype cepat.
- Mendukung flowchart dan mind map dalam satu ekosistem.
- Pas untuk presentasi ide secara visual.
Kekurangan Mockitt:
- Untuk desain visual yang sangat detail, masih kalah dari tool lain.
- Kurang ideal untuk sistem desain yang kompleks.
- Kurang populer dibanding Figma, jadi resource komunitas lebih sedikit.
5. Miro

Miro memang bukan pengganti Figma tapi tetap bisa masuk sebagai aplikasi alternatif Figma untuk fase brainstorming, mapping ide, dan visual collaboration. Buat content creator, Miro cocok ketika kamu lagi menyusun alur campaign, user journey, content pillar, atau struktur proyek visual sebelum masuk tahap desain final.
Kelebihan Miro:
- Sangat enak untuk brainstorming dan workshop tim.
- Banyak template untuk flow, mapping, dan ideation.
- Cocok untuk kolaborasi visual lintas divisi.
- Bisa dipakai di Windows dengan nyaman.
Kekurangan Miro:
- Bukan tool utama untuk desain UI pixel-perfect.
- Prototyping-nya tidak sedalam Figma.
- Lebih cocok untuk tahap perencanaan daripada produksi desain akhir.
6. Canva

Canva adalah aplikasi alternatif Figma yang paling ramah untuk content creator yang mengutamakan kepraktisan. Jujur saja, banyak creator tidak butuh tool UI/UX yang terlalu teknis. Mereka butuh bikin konten cepat, thumbnail, carousel, poster, pitch deck, atau materi promosi dengan hasil yang tetap enak dilihat. Di situlah keunggulan Canva.
Kelebihan Canva dibanding Figma:
- Super mudah dipakai, bahkan untuk non-desainer.
- Template melimpah untuk konten sosial media.
- Fitur AI dan resize otomatis sangat membantu.
- Cocok untuk kerja cepat dan kebutuhan visual harian.
Kekurangan Canva:
- Kurang cocok untuk prototyping UI/UX yang serius.
- Kontrol detail desain tidak sedalam Figma.
- Hasilnya terasa terlalu template kalau tidak diedit lagi.
7. Axure RP

Axure RP termasuk aplikasi alternatif Figma yang cocok untuk kamu yang ingin prototyping lebih kompleks. Memang, tool ini bukan yang paling santai untuk pemula. Tapi kalau kamu sering bikin alur interaksi detail, simulasi logic, atau presentasi produk yang butuh skenario lebih realistis, Axure punya keunggulan yang sulit diremehkan.
Yang membedakan Axure dari Figma adalah kekuatannya dalam conditional logic dan interaksi tingkat lanjut. Buat content creator biasa mungkin terasa overkill, tapi buat kamu yang bergerak di konten produk digital, UX writing,ini bisa sangat berguna.
Kelebihan Axure RP dibanding Figma:
- Kuat untuk prototype kompleks.
- Mendukung logic dan state yang lebih dalam.
- Cocok untuk simulasi pengalaman produk yang realistis.
- Baik untuk kebutuhan enterprise atau UX serius.
Kekurangan Axure RP:
- Kurva belajar cukup tinggi.
- Tidak seintuitif Canva, Mockitt, atau bahkan Figma.
- Buat kebutuhan konten cepat, terasa terlalu berat.
Jadi, mengenal aplikasi alternatif Figma bukan berarti tidak menggunakan aplikasi Figma sama sekali, tapi kamu bisa meningkatkan kinerja kamu agar lebih kreatif. Nah, sekarang tinggal kamu yang menentukan, kira-kira masih senang pakai Figma atau mau coba aplikasi lainnya?













