Kamu tahu nggak sih kalau ChatGPT itu bisa digunakan untuk cek kepribadian lho. Tapi, ada cara cek personality di ChatGPT yang harus diikuti. Dan, tren ini bukan cuma buat seru-seruan tapi bisa jadi alat bantu buat ngerapihin positioning personal brand. Dan iya, cara cek personality di ChatGPT juga bisa dipakai buat ngecek konsistensi gaya komunikasi kamu lho.
Daftar Isi:
ToggleTapi kita lurusin dulu ya bahwa yang kita sebut “personality” di sini bukan diagnosis psikologi. Ini lebih ke “profil kebiasaan komunikasi” yang kebaca dari obrolan kamu, entah itu dari pilihan kata, cara nanya, emosi yang kebawa di teks, pola topik yang kamu sering bahas, dan hal-hal yang secara nggak sadar kamu ulang terus. ChatGPT bisa merangkum itu karena ia ngambil konteks dari interaksi kamu terutama kalau kamu sering pakai akun yang sama dan fitur memorinya aktif. Mau cek juga?
Cara Cek Personality di ChatGPT
Kalau kamu ingin cara cek personality di ChatGPT, itu konsepnya “minta rangkuman” tentang apa yang ChatGPT pahami dari kamu berdasarkan riwayat chat dan memori yang tersimpan (kalau ada). Cara cek personality di ChatGPT ini paling terasa hasilnya kalau kamu memang sudah pernah cukup sering ngobrol, entah itu untuk nanya ide konten, minta rewrite caption, curhat soal workflow, atau diskusi strategi konten. Nggak ribet kok caranya, ikuti tutorial di bawah ini:
1) Tanya langsung “apa yang kamu ketahui tentang saya?”

Kalau kamu mau cara cek personality di ChatGPT yang paling cepat, kamu cukup nanya dengan prompt super basic. Dan, hasilnya akan sangat dipengaruhi apakah kamu pernah membahas hal-hal personal atau pekerjaan kamu sebelumnya. Jadi kalau kamu baru pertama kali chat di ChatGPT, jawabannya kemungkinan generik. Kamu bisa pakai beberapa variasi prompt berikut:
- “Apa yang kamu ketahui tentang saya dari chat kita selama ini? Jelaskan dalam poin: minat, pekerjaan, kebiasaan, gaya komunikasi, dan hal yang sering saya minta.”
- “Deskripsikan karakter saya berdasarkan cara saya menulis dan bertanya di sini.”
- “Kalau kamu harus bikin ringkasan personality saya untuk kebutuhan kerja (tanpa data sensitif), kamu akan nulis apa?”
Nanti ChatGPT akan merespons semacam profil ringkas. Dari sini, kamu bisa mulai nyari pola yang bisa dipakai buat konten, misalnya kamu cenderung edukatif, suka struktur, atau justru spontan dan “ngalir”.
2) Minta hasil yang lebih relevan buat content creator
Masalah umum saat cara cek personality di ChatGPT dilakukan dengan prompt umum adalah output-nya jadi terlalu “motivational poster”. Buat kita yang kerja pakai konten, yang kita butuhin bukan pujian, tapi insight yang bisa dipakai.
Nah, kamu bisa coba cara cek personality di ChatGPT dengan mengarahkan ke kebutuhan untuk content creator: tone, format, niche, dan gaya storytelling. Coba prompt yang lebih tajam:
- “Berdasarkan chat kita, saya ini lebih cocok jadi content creator tipe apa (edukasi, entertainment, opini, storytelling)? Jelaskan alasannya dari pola chat saya.”
- “Analisis gaya komunikasi saya: apakah lebih to the point, reflektif, atau ekspresif? Kasih contoh cirinya dari pola umum (tanpa mengutip chat mentah).”
- “Bikinkan persona brand saya dalam 6 kalimat: nilai, gaya bicara, topik yang sering saya bahas, dan hal yang saya hindari.”
Hasil yang kamu cari bukan “label”, tapi “arah”. Misalnya, kamu jadi tahu bahwa kamu paling kuat di konten tutorial, atau kamu cenderung bagus kalau bikin konten berbasis opini dengan tone netral.
3) Cek “kesan pertama” (first impression) dari cara kamu menulis

Kalau kamu ingin cek personality di ChatGPT yang cocok buat ngukur vibe, minta ChatGPT menilai kesan pertama berdasarkan gaya ngetik kamu. Ini berguna banget untuk content creator yang suka ngonten di TikTok, Reels, atau X karena kesan pertama itu sering jadi penentu orang lanjut nonton atau scroll. Anggap ChatGPT sebagai “viewer pertama” yang belum kenal kamu, lalu kamu minta ia jelasin impresi. Contoh prompt:
- “Dari cara saya menulis di chat ini, kesan pertama tentang saya seperti apa? Apa yang membuat orang percaya/kurang percaya?”
- “Kalau kamu menilai saya sebagai kreator, audiens akan lihat saya lebih ‘ahli’, ‘teman ngobrol’, atau ‘komedian’? Kenapa?”
Lalu kamu bandingin dengan positioning kamu sekarang. Kalau ternyata kamu ingin jadi “teman ngobrol yang informatif” tapi kesannya malah “terlalu kaku”, itu jadi bahan revisi tone dan copywriting.
4) Pakai pola: kata-kata, emosi, dan topik yang kamu ulang
Ini bagian yang paling “ngena” menurut saya karena di sinilah ChatGPT biasanya terlihat seperti “paham kamu”. Padahal, yang terjadi adalah pattern recognition. Cara cek personality di ChatGPT ini fokus ke kebiasaan:
- “Kata atau frasa apa yang paling sering saya pakai, dan itu mengindikasikan saya tipe orang seperti apa?”
- “Dari chat saya, saya lebih sering terdengar antusias, cemas, skeptis, atau optimis? Jelaskan indikatornya.”
- “Topik apa yang paling sering saya bawa? Apa itu menunjukkan prioritas saya sekarang?”
Kalau kamu rutin bikin konten, ini kepake banget buat ngecek belakangan kamu kebanyakan konten “ngejar tren” atau “ngasih value”? Apakah kamu lagi sering pakai kata-kata yang defensif (misal: “takut salah”, “jangan di-judge”) yang bisa memengaruhi persepsi audiens?
5) Bikin supaya kamu lebih cepat eksekusi bukan cuma analisis

Biar cara cek personality di ChatGPT terasa fungsional, kamu bisa minta ChatGPT ngerangkum personality kamu dalam format yang bisa dipakai untuk produksi konten harian, mulai dari jam produktif (kalau pernah kebahas), gaya brainstorming kamu, sampai tipe brief yang paling cocok. Anggap ini kayak kamu bikin SOP personal. Contoh prompt-nya:
- “Bikin ringkasan ‘cara terbaik bekerja dengan saya’ untuk kolaborator: gaya komunikasi, cara kasih feedback, dan hal yang bikin saya cepat eksekusi.”
- “Sebagai content creator, saya paling cocok pakai sistem kerja seperti apa? Kasih 3 rekomendasi workflow berdasarkan pola chat saya.”
Dari sini kamu bisa dapet saran misalnya kamu lebih cocok bikin outline dulu baru nulis, atau justru rekam dulu baru transkrip.
6) Privasi dan keamanan
Nah ini yang sering dilupain orang saat cara cek personality di ChatGPT. Kalau kamu sering ngobrol soal klien, data brand, masalah kesehatan, keluarga, atau detail personal, bisa aja ada hal yang tersimpan sebagai memori (tergantung pengaturan dan perilaku sistem).
Sebagai content creator, kamu itu “asetnya data”. Ide, draft, strategi, hingga kebiasaan kerja kamu bisa sensitif. Jadi, setelah kamu mencoba cara cek personality di ChatGPT, langkah selanjutnya adalah audit memori. Kamu bisa lakukan ini lewat pengaturan dengan:
- Masuk ke Settings
- Cari menu Personalization
- Masuk ke Manage Memory untuk lihat apa yang tersimpan
- Hapus item tertentu yang kamu rasa terlalu personal, atau pilih hapus semuanya
- Kalau perlu, matikan opsi yang membuat ChatGPT mereferensikan memori/riwayat chat saat menjawab
Kalau kamu mau ngobrol hal sensitif tapi nggak ingin “nempel” di riwayat atau memori, kamu bisa pakai mode Temporary Chat (chat sementara). Mode ini dirancang supaya obrolan tidak muncul di riwayat dan tidak disimpan sebagai memori, meskipun biasanya ada kebijakan penyimpanan sementara untuk keamanan dalam jangka waktu tertentu.
7) Minta “bukti indikator” dan minta ChatGPT ngaku kalau datanya kurang

Cara cek personality di ChatGPT akan makin berkualitas kalau kamu paksa ChatGPT untuk jujur berdasarkan bukti dan data, jangan mengarang, jangan terlalu confident. Ini penting karena AI bisa terdengar meyakinkan walau datanya minim. Prompt yang bisa kamu pakai:
- “Jelaskan personality saya, tapi bedakan mana yang kamu yakin berdasarkan pola chat, mana yang hanya dugaan. Kalau datanya kurang, bilang datanya kurang.”
- “Kasih 5 indikator yang membuat kamu menyimpulkan begitu, dan 3 hal yang tidak bisa kamu simpulkan dari chat ini.”
Ini bikin output lebih aman dan lebih bisa dipertanggungjawabkan—minimal buat kamu sendiri sebagai bahan refleksi.
Kalau kamu tanya apakah cek personality di ChatGPT itu akurat? Sebenarnya bisa terasa akurat di level “kebiasaan komunikasi dan pola minat”, terutama kalau kamu sudah lama pakai akun yang sama, sering ngobrol soal kerjaan, dan memorinya aktif. Tapi kalau kamu mengharapkan akurasi seperti tes psikologi atau asesmen profesional, ya jelas bukan di situ tempatnya.
Jadi jawaban paling fair adalah cara cek personality di ChatGPT cukup akurat untuk gambaran umum, tapi tidak akurat untuk diagnosis, label permanen, atau kesimpulan besar tentang siapa kamu sebenarnya.
Terakhir, soal perangkat. Kalau kamu sering produksi konten sambil multitasking (nulis skrip, edit, riset, dan buka tools AI barengan), laptop yang responsif itu berasa banget efeknya ke ritme kerja. Contoh laptop yang cocok adalah ASUS Vivobook 14 (M1407); Copilot+ PC. Spesifikasinya ada opsi prosesor AMD Ryzen AI 400 Series dengan NPU AMD XDNA sampai 50 TOPS, RAM 16GB DDR5 (bisa sampai 32GB), SSD PCIe 4.0 sampai 1TB, layar 14 inci WUXGA 16:10, plus ada tombol Copilot di keyboard. Keren kan?













