Kalau kamu lagi mulai atau sedang mengembangkan karier sebagai content writer, satu hal yang nggak boleh kamu lewatkan adalah platform membuat portofolio artikel. Kenapa? Karena portofolio adalah senjata utama kamu buat nunjukkin hasil tulisan, gaya bahasa, kemampuan riset, dan bahkan cara kamu menyampaikan pesan dalam berbagai format tulisan. Buat kamu yang ingin dilirik oleh editor, HRD, atau calon klien, platform membuat portofolio artikel ini wajib kamu punya. Jadi, apa saja platformnya?
Daftar Isi:
TogglePlatform Membuat Portofolio Artikel
Sebagai content writer yang berjuang di dunia tulis-menulis, saya paham banget gimana bingungnya mulai bikin portofolio, apalagi kalau belum punya banyak tulisan yang terbit secara resmi. Tapi tenang aja, sekarang ada banyak banget platform membuat portofolio artikel yang bisa kamu manfaatin—mulai dari yang gratis sampai yang punya fitur premium.
Namun, sebelum masuk ke pembahasan tersebut, mari kita bahas dulu kenapa portofolio itu penting banget. Portofolio bukan cuma sekadar kumpulan tulisan, tapi juga cara kamu “menjual diri” secara profesional. Saat kamu daftar kerja, ngelamar project freelance, atau bahkan mau apply magang, pasti mereka bakal nanya: “Boleh lihat contoh tulisan kamu?” Nah, di sinilah portofolio artikel kamu berperan. Dengan platform membuat portofolio artikel ini maka kamu bisa:
- Nunjukin gaya dan tone tulisan kamu
- Kasih bukti nyata tentang pengalaman kamu nulis
- Bantu kamu personal branding sebagai writer yang profesional
- Bikin kamu lebih gampang dipercaya oleh klien atau HRD
Nah, kalau kamu sudah tahu alasannya, sekarang yuk langsung cobain semua platform membuat portofolio artikel berikut ini!
1. Muck Rack

Buat kamu yang butuh platform membuat portofolio artikel praktis serta profesional, mungkin Muck Rack adalah salah satu jawaban terbaiknya. Ini adalah platform membuat portofolio artikel paling simpel dan user-friendly. Kamu tinggal daftar akun, lengkapi profil seperti bio, keahlian, dan link medsos, lalu masukkan link artikel kamu. Muck Rack secara otomatis bakal ambil data judul, thumbnail, hingga tanggal terbit artikelmu.
Kelebihan:
- 100% gratis
- Gampang digunakan
- Bisa langsung mendeteksi dan menarik data artikel
Kekurangan:
- Terlihat lebih cocok untuk jurnalis profesional
- Nggak banyak pilihan kustomisasi visual
2. Journo Portfolio
Kalau kamu ingin tampil beda dan punya sedikit aesthetic taste, Journo Portfolio bisa jadi pilihan tepat sebagai platform membuat portofolio artikel profesional. Tampilan interface-nya clean, modern, dan kamu bisa pilih beberapa tema. Di sini, kamu juga bisa upload artikel dalam bentuk PDF—berguna banget kalau kamu punya tulisan cetak atau skripsi yang pengin kamu tampilkan.
Kelebihan:
- Bisa impor artikel dari link atau upload PDF
- Desain portofolio bisa dikustomisasi
- Ada fitur analytics pengunjung
Kekurangan:
- Versi gratis cuma bisa upload maksimal 10 artikel
- Deskripsi artikel harus diisi manual
3. The Freelancer by Contently

Nah, platform membuat portofolio artikel ini nggak cuma tempat buat naruh tulisan, tapi juga mau nyari klien. The Freelancer by Contently bukan cuma tempat bikin portofolio, tapi juga job platform dengan kelebihan dan kekurangan berikut ini:
Kelebihan:
- Bisa langsung dilirik klien dari dalam platform
- Gratis
- Tampilan profesional dan mudah dibaca
Kekurangan:
- Kamu harus punya karya yang cukup kuat supaya bisa “naik kelas” dan dilirik klien besar
4. Clippings.me
Platform membuat portofolio artikel ini cukup mirip dengan Journo Portfolio. Di Clippings.me, kamu bisa nambahin link artikel, upload PDF, bahkan audio dan video. Ini pas banget buat kamu yang juga aktif di podcast atau punya konten multimedia.
Kelebihan:
- Bisa upload PDF dan multimedia
- Tampilan clean dan profesional
- Bisa bikin halaman profil yang SEO-friendly
Kekurangan:
- Versi gratis hanya untuk 10 artikel
- Fitur lengkap hanya tersedia di versi berbayar
5. Writer’s Residence

Kalau kamu ingin pengalaman one-stop solution tanpa pusing mikirin desain dan coding, Writer’s Residence punya fitur yang super simpel sebagai platform membuat portofolio artikel terbaik. Cocok buat kamu yang cuma pengin fokus di tulisannya aja dengan kelebihan:
Kelebihan:
- Ada free trial selama 30 hari
- Bisa custom domain
- Dukungan desain tanpa coding
Kekurangan:
- Setelah trial, kamu harus bayar $8.99 per bulan
- Lebih cocok buat portfolio individual, bukan tim
6. Medium
Medium bisa jadi tempat bikin portofolio artikel yang langsung berfungsi sebagai blog. Kamu cukup daftar, nulis, dan upload tulisan. Kalau kamu ingin artikelnya gampang dibaca banyak orang dan bisa dibagikan, Medium adalah jawabannya.
Kelebihan:
- Gratis
- Interface super nyaman buat reader
- Bisa bangun audiens dari pembaca Medium lainnya
Kekurangan:
- Nggak bisa terlalu dikustomisasi dari sisi visual
- Fitur portofolio terbatas, karena sebenarnya bukan platform khusus portofolio
Tapi kalau kamu masih awal banget dan butuh tempat buat mulai nulis, Medium bisa banget jadi stepping stone dalam karir sebagai content writer.
7. WordPress.com

Di sini kamu memiliki total kontrol dan fleksibilitas, bahkan WordPress disebut sebagai raja dari semua platform membuat portofolio artikel. Kamu bisa bikin website portofolio dengan struktur yang kamu mau—bahkan bisa kamu gabungin sama blog atau landing page untuk jasa.
Kelebihan:
- Gratis untuk versi basic
- Banyak pilihan tema
- Bisa jadi blog, portofolio, atau toko online sekaligus
Kekurangan:
- Butuh waktu belajar (terutama plugin dan widget)
- Kalau mau fitur lengkap harus upgrade ke versi berbayar
Kalau kamu pengin bener-bener punya portofolio yang terkesan “pro” banget, ini worth it banget buat dipelajari.
8. Blogger (Blogspot)
Platform membuat portofolio artikel ini klasik, tapi masih relevan untuk zaman sekarang. Blogger cocok banget buat kamu yang pengin platform membuat portofolio artikel dengan format blog pribadi, apalagi buat mahasiswa yang baru mulai dan ingin tampil lebih “personal”.
Kelebihan:
- Gratis dan mudah digunakan
- Bisa diintegrasikan dengan akun Google
- Cocok untuk storytelling
Kekurangan:
- Terlihat agak jadul dibanding platform modern lain
- Tidak terlalu SEO-friendly tanpa optimasi manual
9. Squarespace

Kalau kamu punya modal sedikit dan ingin tampil super profesional, Squarespace adalah pilihan yang super aesthetic. Ini adalah salah satu platform yang cocok banget buat kamu yang ingin punya portofolio artikel sekaligus visual branding.
Kelebihan:
- Desain modern dan clean
- Bisa pakai domain sendiri
- Dukungan 24/7 live chat
Kekurangan:
- Tidak gratis, harga mulai dari $12/bulan
- Lebih cocok untuk writer yang juga punya konten visual atau desain
10. Writerfolio
Satu lagi platform membuat portofolio artikel simpel dan fokus: Writerfolio. Platform ini dirancang khusus buat writer dan bisa kamu gunakan dengan hanya $4 per bulan.
Kelebihan:
- Mudah banget disetting, tinggal isi form
- Nggak butuh skill teknis
- Bisa langsung mulai tanpa gangguan
Kekurangan:
- Tidak ada versi gratis (cuma demo)
- Desainnya agak terbatas kalau kamu suka eksperimen
Nah, sekarang kamu udah kenal beberapa platform membuat portofolio artikel yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Kalau kamu baru mulai menapaki dunia content writer, kamu bisa coba Muck Rack, Medium, atau Blogspot yang gratis. Kalau udah punya pengalaman lebih, bisa mulai upgrade ke platform seperti WordPress atau Squarespace buat branding yang lebih profesional.
Yang penting, mulai dulu aja. Pilih platform yang sesuai sama kebutuhan dan skill kamu sekarang. Jangan tunggu semuanya sempurna. Karena yang paling dilihat klien atau HRD bukan seberapa mewah platform kamu, tapi seberapa kuat isi tulisanmu. Selamat bikin portofolio, semangat nulis, dan semoga cepat dapat project atau kerjaan yang kamu impikan!